Reformasiterkini.co.id // KEPULAUAN SELAYAR – Nurmiati (46) dan Jasmal (24) warga Dusun Tanjung Karang Desa Tanamalala yang merupakan korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa diperairan sebelah barat bagian selatan Pulau Polassi Kecamatan Bontosikuyu Selayar pada Rabu, 15 Juli ditemukan dalam keadaan selamat. Keduanya ditemukan oleh awak KN Bari-Baria 05 yang dinakhodai Dahril Paharu, nelayan asal Pulau Sabalana Kabupaten Pangkep Sulsel pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 Wita siang tadi.
Sekitar pukul 15.51 Wita, Andi Sultan selaku Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar kembali melaporkan adanya penemuan baru dua (2) korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa diperairan Pulau Matalalang Sabalana oleh awak KN Bari-Baria 05 pada jam 13.00 Wita Minggu hari ini. Mereka saat ini akan dibawa ke Pelabuhan Benteng Selayar dengan menggunakan KRI Marlin 877 milik TNI AL yang dinakhodai oleh Letkol Laut Rahmad Kurniawan.” jelasnya. 
Apakah benar adanya korban yang ditemukan oleh nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dicurigai korban KLM Nurul Salsa ? Korban itu berjenis kelamin laki-laki dengan usia dikisaran 70 tahun yang ditulis di akun milik Anindya Dzara Alfian pada beberapa jam lalu hari ini. Spontan Andi Sultan mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan TNI disana dan katanya tidak ada alias nihil.” pungkas dia.
Sementara di Pelabuhan Benteng Selayar berlangsung penjemputan dan penerimaan 5 korban yang ditemukan saat menjelang magrib oleh nelayan KN Sinar Mattoanging asal Bulukumba diperairan Sabalana. Tampak hadir, Bupati H Muh Natsir Ali, Wakapolres, Kompol H Kaharuddin, Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt Romy Sumardiawan, Unsur Kodim 1415 Selayar dan sejumlah personel dari Kepolisian dan TNI. Kelimanya disambut haru oleh keluarga korban yang sudah lama dinantikan kehadirannya ditengah-tengah keluarga mereka
Lima korban selamat tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa langsung dilarikan ke RSUD KH Hayyung Selayar sesaat setelah tiba di Pelabuhan Benteng karena kondisi fisik mereka mulai menurun pasca terombang ambing ditengah laut selama berhari-hari. Mereka adalah Andi Samad (62), Sitti Amang (55), Asseng (23), Sri Ardita (17) dan seorang anak kecil berjenis kelamin perenpuan dengan usia 7 tahun.
Meskipun sudah dikabarkan 7 korban selamat ditemukan dihari keempat dan kelima namun operasi pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan. Tim SAR Gabungan masih tetap melakukan penyisiran disejumlah titik yang ditengarai akan dilewati dan dilalui oleh para korban yang belum diketahui nasibnya.
Bantuan personel dan alut dari berbagai daerah sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari proses pencarian. Diantaranya, KRI Marlin 877 milik AL (Makassar), KN SAR Pacitan dari Kendari (Sultra), KN SAR Punta Dewa dari Maumere (NTT), KRI Hiu asal Palu (Sulteng) KN SAR Kamajaya (Makassar) Pesawat Boeing B.737.200 milik TNI AU serta sejumlah kapal nelayan dari kecamatan pulau Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar terus melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait terutama para nelayan yang beroperasi di wilayah perairan bagian barat Kepulauan Selayar sampai Kepulauan Sabalana di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) guna memperluas area penyisiran dan pencarian korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa asal Ujung Jampea Selayar. (M. Daeng Siudjung Nyulle)








