Reformasiterkini.co.id // KEPULAUAN SELAYAR – Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan mengungkapkan jika saat ini sedang meeting mengenai rencana penyisiran dilokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa diperairan antara Pulau Polassi dan Taka Nambolaki Sulsel yang terletak di ujung selatan Pulau Selayar. Insha Allah selesai rapat kami bergeser ke lokasi dengan menggunakan KN SAR Kamajaya milik Basarnas. Sekitar 30 menit lagi.” ujarnya via Whatsappnya dari Makassar pada pukul 17.11 Wita sore tadi.
Selain armada KN SAR Kamajaya, Basarnas juga menyiapkan pesawat pengintai milik TNI AU. Tadi sekitar pukul 16.40 Wita sudah terbang ke lokasi.” tambahnya.
Sedangkan penjelasan Andi Sultan yang diperoleh tadi pagi sekitar pukul 08.17 Wita, Jumat 17 Juli bahwa Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian hari ke 3 terhadap korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa asal Ujung Jampea tujuan Benteng Selayar yang dinyatakan tenggelam sekitar jam 16.00 Wita Rabu menjelang sore.
Pencarian dilakukan dengan membagi 2 Sru yakni Sru 1 KRI Marlin 877 yang melakukan pencarian disektor 1 dan bergerak dari Pelabuhan Benteng Jampea dengan luas daerah pencarian 102 nm2. Dan Sru 2 dengan menggunakan KN SAR Kamajaya yang melakukan pencarian disektor II. Bergerak dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan luas wilayah pencarian 90 nm2.” pungkasnya.
Sementara Danpos SAR Selayar, Ronaldhi juga menginformasikan bahwa saat ini telah membangun Posko SAR Gabungan Operasi Kecelakaan KLM Nurul Salsa yang dinyatakan tenggelam diperairan sekitar Taka Nambolaki Kecamatan Bontosikuyu. Hingga hari ke 2, Kamis 16 Juli kemarin, pencarian terhadap korban 27 orang yang dinyatakan hilang ternyata masih nihil.” paparnya.
Sedikit saya jelaskan lanjut Ronaldhi,” Pencarian kemarin pada pukul 16.00 Wita, itu ada pergerakan Boin B 737.200 milik TNI AU yang bergerak melakukan pemantauan melalui pesawat pengintai dari udara. Dengan mengambil beberapa foto dari atas untuk mencari keberadaan korban. Terus pada jam 17.45 Wita, bersamaan dengan KRI Marlin 877 kembali melakukan pencarian diwilayah yang diprediksi berdasarkan SAR MAP yang diberikan oleh Basarnas. Namun hasilnya masih nihil. Sehingga di pukul 18.00 Wita, KRI Marlin balik menuju Jampea sambil melakukan pencarian. Dan posisi KRI Marlin saat ini ada di Jampea.
Dan pada jam 18.35 Wita, KN SAR Kamajaya milik Basarnas Makassar bergerak dari Pelabuhan Soekarno Hatta menuju lokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa yang nakhodai Merlin (35) guna membantu proses pencarian. Estimasi tiba di lokasi pada jam 04.20 Wita subuh dinihari. Sekarang posisi KN SAR Kamajaya sudah ada di lokasi sementara melakukan pencarian disekitar Taka Nambolaki sebelah selatan Pulau Selayar sampai di Pulau Sabalana Pangkep dengan rencana aksi memperluas area pencarian dengan tetap mengikuti SAR MAP Makassar. Dan barusan saya berkomunikasi pada pukul 07.00 Wita tadi, KN Kamajaya sudah memasuki area sektor II. Lebih keluar lagi. Ada 4 sektor.” pungkas dia.
Total korban KLM Nurul Salsa versi Pos SAR Selayar ada 74 orang. Dari 74 korban yang sudah ditemukan sudah mencapai 50 orang. Dengan rincian 49 selamat dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan 24 orang masih dalam proses pencarian. Ini data sementara yang kami peroleh dari Pos SAR Selayar.” kata Ronald.
Sehingga jika dibandingkan dengan Tripika Pasimasunggu terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Total penumpang keseluruhan termasuk yang tidak ditulis dimeniface sebanyak 79 orang. Yang dalam proses pencarian alias hilang dan belum diketahui nasibnya sebanyak 27 orang, sudah ditemukan 52, 51 dinyatakan masih hidup dan 1 orang meninggal dunia yakni Salmawati, S.Pd termasuk yang dievakuasi ke Polassi oleh Suluhendra dari Tambolongan.
Kepala UPP Kelas III Jampea, Nasir Radjab yang hendak dikonfirmasi via selulernya tadi malam, Kamis 16 Juli sekitar pukul 20.30 Wita masih belum siap memberikan keterangan sekaitan tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Alasannya memang masih dapat diterima secara logika. Karena belum fit setelah beberapa bulan sakit jantung. ” Nanti aja, pak ya. Masih…., masih kurang sehat.” ujarnya singkat. (M. Daeng Siudjung Nyulle)








