Reformasiterkini.co.id //KEPULAUAN SELAYAR – “Setelah terombang ambing selama kurang lebih 22 jam diperairan sekitar Taka Nakbolaki Selayar, penumpang KLM Nurul Salsa yang masih bertahan diatas kapal berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita yang dinakhodai oleh Silas Y Letlora. Namun KLM Nurul Salsa sendiri dan puluhan penumpang lainnya tak dapat diselamatkan akibat melompat dari kapal sebab air mulai masuk ke badan kapal dan tak dapat dihindari dan akhirnya tenggelam.
Sementara seorang warga Parumaang Desa Bontomalling bernama lengkap Salmwati, S.Pd guru SMPN 9 Ujung Jampea Kecamatan Pasimasunggu Timur dinyatakan meninggal dunia sebelum kapal tenggelam. ” kata Indar via selulernya dari NTB pada sekitar pukul 05.30 Wita pagi ini, Kamis 16 Juli 2026.
Indar selaku Pelaksana Harian UPP Jampea menyebut jika KLM Nurul Salsa meninggalkan Benteng Jampea pada pukul 06.00 Wita Rabu kemarin dengan memuat penumpang 45 orang diluar awak kapal. Namun dalam pelayarannya mengalami kerusakan mesin disekitar perairan Pulau Polassi bagian barat pada sekitar jam 10.30 Wita. Sebelum terbawa arus sebuah jolloro dari Tambolongan berhasil melakukan proses evakuasi sebanyak 6 penumpang. Namun saat akan kembali ke kapal, cuaca semakin tak bersahabat. Akhirnya nakhoda Suluhedra mengurungkan niat untuk kembali ke lokasi.” ujarnya.
Informasi baru kami terima sekitar jam 12.00 siang kemarin. Hanya saja memang sedikit kesulitan mencari kapal yang akan melakukan proses evakuasi. Sebab dua kapal sedang berada di Selayar dan dua diantaranya di Jampea termasuk yang tenggelam ini. Untungnya ada KM Harapan Kita dari Surabaya yang sandar di Pelabuhan Benteng Jampea yang diperintahkan untuk menuju lokasi.”imbuhnya.
Adapun penumpang yang melompat ke laut lanjut dia, itu diperkirakan panik sebab badan kapal sudah mulai tenggelam sebelum KM Harapan Kita tiba dilokasi. Sedangkan puluhan penumpang lainnya yang berhasil dievakuasi saat ini sedang dibawa ke Jampea dengan menggunakan KM Harapan Kita. KRI Marlin 877 saat ini masih menyisir perairan Polassi dan Taka Nambolaki guna melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang yang diduga melompat.” katanya.
Keterangan yang diperoleh dari Camat Pasimasunggu kata Wakil Bupati Selayar, Drs H Muhtar, MM bahwa KM Harapan Kita akan sandar di Pelabuhan Benteng Jampea pada pukul 07.40 Wita dengan membawa penumpang yang berhasil dievakuasi. Kami selaku pemerintah telah memerintahkan Camat Pasi’masunggu dan Pasimasunggu Timur untukmmengerahkan tenaga medis serta menyiapkan makanan dan obat-obatan serta ambulance guna memulihkan semangat dan tenaga bagi para korban yang dinyatakan selamat.
Untuk KRI Marlin 877 juga diharapkan untuk tetap menyisir penumpang yang belum ditemukan dilokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Sekaligus membawa korban yang hendak ke Benteng Selayar.” pinta Wabup Kepulauan Selayar.
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh informasi dan data valid mengenai total penumpang, termasuk data yang meninggal, belum ditemukan dan yang sudah berhasil dievakuasi. Sebab saat ini masih dalam proses identifikasi. (M. Daeng Siudjung Nyulle)








