Reformasiterkini.co.id //TAKALAR— Penantian panjang masyarakat Lingkungan Pangkalan, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, untuk menikmati akses jalan yang lebih baik mulai membawa harapan baru.
Melalui kegiatan Safari Jumat di Masjid Nur Amanah, Lingkungan Pangkalan, Jumat (16/10/2026), Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan komitmen untuk mendorong penanganan jalan yang selama kurang lebih 20 tahun dikeluhkan masyarakat.
Kabar tersebut disambut gembira warga. Bagi masyarakat setempat, kehadiran Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus mendengar rencana tindak lanjut pemerintah terhadap kebutuhan mereka.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRP) telah diminta melakukan pengukuran sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti rencana perbaikan jalan tersebut.
“Insya Allah, dalam waktu dekat PU sudah saya minta untuk melakukan pengukuran agar jalan ini segera dikerjakan. Doakan semoga berjalan lancar,” ujar Daeng Manye di hadapan masyarakat.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi warga yang selama bertahun-tahun mendambakan kondisi jalan yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Daeng Tarru: Terima Kasih, Pak Bupatiku!
Harapan baru tersebut dirasakan langsung masyarakat Lingkungan Pangkalan. S. Daeng Tarru (47), yang mewakili warga setempat, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Bupati Takalar terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Terima kasih, Pak Bupatiku, atas perhatian terhadap jalan yang selama ini kurang lebih 20 tahun sangat dikeluhkan masyarakat. Alhamdulillah, hari ini ada angin segar dari penyampaian Pak Bupati Daeng Manye bahwa jalan tersebut segera diperbaiki,” ungkap Daeng Tarru.
Ia berharap rencana tersebut segera ditindaklanjuti hingga tahap pelaksanaan, sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik.
Menurutnya, perbaikan jalan sangat penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses masyarakat menuju berbagai fasilitas pelayanan publik.
Bagi warga Pangkalan, perbaikan jalan bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga harapan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Safari Jumat, Pemerintah Hadir Lebih Dekat dengan Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menjelaskan bahwa Safari Jumat yang dilaksanakan dari masjid ke masjid merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Menurutnya, tugas pemerintah bukan semata-mata memberikan pelayanan kepada warga yang datang ke kantor pemerintahan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan memahami kebutuhan mereka.
“Pemerintah Kabupaten ini tugasnya melayani masyarakat. Makanya, kami mengusung semangat ‘Melayani Sepenuh Hati’,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran Pemkab Takalar terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sekaligus melakukan pembenahan agar berbagai kebutuhan warga dapat ditangani sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah.
Safari Jumat pun dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat, sehingga persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara langsung dan menjadi bahan perhatian dalam perencanaan program pembangunan.
Salurkan Hibah Masjid, Bantuan Pompanisasi dan Sembako
Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan Safari Jumat di Masjid Nur Amanah juga dirangkaikan dengan penyerahan sejumlah bantuan.
Usai melaksanakan salat Jumat berjamaah, Bupati Takalar menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp10 juta untuk masjid, bantuan pompanisasi bagi sektor pertanian, serta bantuan sembako kepada masyarakat.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan rumah ibadah, dukungan produktivitas pertanian, dan upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Takalar bersama jajaran Dinas PUPRP, Dinas Pertanian, DLHP, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Koperasi, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Camat Galesong Utara, Camat Polongbangkeng Selatan, Kapolsek, serta Danramil Polongbangkeng Selatan.
Kehadiran lintas perangkat daerah tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dalam menindaklanjuti kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Petani
Dalam kesempatan itu, Daeng Manye turut menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan penguatan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat Takalar.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan dukungan program dari pemerintah pusat, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi, pompanisasi, bibit, serta pupuk bagi kelompok tani.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian sangat penting agar petani dapat mengoptimalkan pengolahan lahan, meningkatkan hasil panen, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
“Kalau petani bisa panen lebih banyak, tentu pendapatan meningkat. Mereka bisa menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan lebih baik,” jelasnya.
Selain pertanian, pemerintah daerah juga berupaya mendorong pengembangan sektor perikanan bagi masyarakat pesisir, termasuk dukungan terhadap usaha nelayan dan budidaya perikanan.
Daeng Manye menegaskan bahwa perjuangan mendapatkan program dan anggaran pembangunan membutuhkan koordinasi serta upaya berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Takalar.
Terbuka Soal Kondisi Anggaran, Pembangunan Tetap Didorong
Di hadapan masyarakat, Bupati Takalar juga memaparkan tantangan keuangan daerah yang harus dihadapi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Ia menyebutkan adanya kewajiban pembayaran kepada pemerintah pusat sekitar Rp313 miliar, dengan beban pembayaran tahunan kurang lebih Rp50 miliar. Selain itu, ia mengungkapkan adanya pengurangan anggaran akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat yang disebut mencapai sekitar Rp160 miliar.
Menurut Daeng Manye, kondisi tersebut mengharuskan pemerintah daerah lebih cermat menentukan prioritas anggaran, memperjuangkan dukungan pemerintah pusat, serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap berupaya menggerakkan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan sektor pariwisata dan penguatan potensi lokal menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi agar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan.
Penjelasan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa pembangunan membutuhkan perencanaan dan pengelolaan anggaran secara cermat, agar kebutuhan infrastruktur dan pelayanan dasar dapat ditangani secara bertahap.
Dari Aspirasi Menjadi Harapan Pembangunan
Safari Jumat di Masjid Nur Amanah menjadi momentum penting bagi masyarakat Lingkungan Pangkalan untuk menyampaikan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah.
Komitmen pengukuran jalan yang disampaikan Bupati Daeng Manye menjadi langkah awal yang dinantikan warga setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan infrastruktur tersebut.
Kini, masyarakat berharap proses tindak lanjut dapat berjalan lancar hingga pekerjaan perbaikan benar-benar terlaksana.
Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, kegiatan Safari Jumat juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, menyalurkan bantuan, dan mengidentifikasi kebutuhan pembangunan secara langsung.
Harapan warga Pangkalan pun mengarah pada satu tujuan: agar jalan yang telah lama dikeluhkan dapat segera ditangani dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas serta perekonomian masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka, koordinasi lintas perangkat daerah, dan dukungan masyarakat, Pemkab Takalar diharapkan terus memperkuat langkah pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga dan pemerataan pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Takalar.






