Reformasiterkini.co.id //KEPULAUAN SELAYAR- Memasuki hari ke 3, Jumat 17 Juli 2026, Tim SAR menurunkan 74 personel, 5 personel diantaranya adalah Angkatan Laut (AL) untuk mengoptimalkan proses pencarian dan penyisiran korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa dengan melibatkan KN SAR Kamajaya dan KRI Marlin 877 milik TNI AL.
Pencarian dipusatkan diperairan Selayar bagian barat Pulau Polassi dan wilayah perairan Sabalana Kabupaten Pangkep Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilnya sedikit membuahkan harapan. Pasalnya, Tim SAR Gabungan yang menggunakan KN SAR Kamajaya telah berhasil menemukan pelampung yang ditengarai milik KLM Nurul Salsa di koordinat 7°00.8731’S 119°36.5317’E dengan jarak dari LKK Tenggelamnya KLM Nurul Salsa 36 NM.
Meskipun 27 korban yang dinyatakan hilang belum membuahkan hasil alias nihil kata Ronaldhi, tetapi sedikit membuat para keluarga korban lebih bersemangat dengan ditemukannya sebuah pelampung yang diduga kuat milik KLM Nurul Salsa. Malam ini KN SAR Kamajaya sedang berlabuh di Sabalana. Sebab disana ada beberapa pulau yang tidak berpenghuni. Dan pulau itulah yang mereka sisir.” katanya.
Ada 2 Sru pencarian. Tadi subuh, semenjak KN SAR Kamajaya tiba dilokasi pencarian, Sru 1 melakukan pencarian sekitar 17 mil keluar dari lokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Sedangkan di sektor II ditambah sekitar 15 mil keluar. Jacket yang ditemukan oleh Tim Basarnas baru 1 menurut laporannya. Dan besok, Sabtu 18 Juli tepatnya di hari ke 4, pencarian korban hilang masih tetap dilanjutkan. Bahkan jika memungkinkan maka akan dilakukan pencarian malam ini tetapi jika terhalang cuaca eksrem berupa angin kencang dan ombak besar maka KN SAR Kamajaya akan berlabuh di Sabalana.” ujar Ronaldhi.
Sementara KRI Marlin 877 milik TNI AL, tadi siang pada jam 13.20 Wita mulai bertolak dari Pelabuhan Benteng Jampea menuju lokasi pencarian disektor 1 tetapi hasilnya juga masih nihil. Jumlah personil di KN SAR Kamajaya itu sebanyak 32 org dan semuanya dari Basarnas sedangkan dari KRI Marlin 877 sebanyak 42 orang. Dengan rincian dari AL sebanyak 5 org dan selebihnya semua dari Basarnas. Sehingga total personel berjumlah 74 orang.” pungkasnya.
Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar melalui telpon selulernya usai magrib, Jumat 17 Juli sekitar pukul 18.30 Wita sore tadi. Iapun mengungkapkan jika besok, proses pencarian masih tetap akan dilanjutkan.” katanya singkat.
Sekedar untuk diketahui, sebelumnya KLM Nurul Salsa yang dinakhodai Merlin (35) berlayar dari Pelabuhan Benteng Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada pukul 06.00 Wita pagi, Rabu 16 Juli 2026. Namun ditengah perjalanan pada sekitar pukul 10.00 Wita siang, kapal ini mengalami gangguan mesin tepatnya diperairan sebelah barat bagian selatan Pulau Polassi Selayar.
Setelah menerima laporan adanya kapal penumpang yang mengalami kecelakaan, Basarnas Makassar langsung mengirim Tim Gabungan menuju lokasi tenggelamnya KLM Nurul Salsa asal Ujung Jampea ini. Namun lebih dahulu mendapatkan pertolongan dan bantuan dari KM Harapan Kita yang dikerahkan oleh Camat Pasimasunggu untuk menuju lokasi kejadian. Kapal ini berasal dari Surabaya Jawa Timur. (M. Daeng Siudjung Nyulle)








