Oleh: H. Abdul Asfat Azis, S.Sos, MS.i

Reformasiterkini.co.id //Makassar, 9 Mei 2026 — Pelantikan Pengurus Bantuan Komunikasi Kepolisian Kamtibmas (Bankompol Kamtibmas) sektor se-Kota Makassar periode 2026–2028 yang berlangsung di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan bagian dari penguatan sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Kehadiran Bankompol Kamtibmas “Merpati” menjadi simbol pengabdian sosial sekaligus mitra strategis aparat kepolisian dalam membangun sistem deteksi dini (early warning system) terhadap potensi gangguan keamanan dan konflik sosial di masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Pelabuhan Makassar yang diwakili AKP Rajmawati menegaskan bahwa peran Bankompol sangat penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam membangun komunikasi sosial, edukasi masyarakat, serta pencegahan dini terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas.
Bankompol Kamtibmas “Merpati” di bawah kepemimpinan Faisal Thahir bersama jajaran pengurus sektor lainnya diharapkan mampu menjadi penghubung aktif antara masyarakat dengan aparat keamanan. Dengan jaringan anggota yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, organisasi ini memiliki posisi strategis dalam membangun budaya sadar keamanan di tengah masyarakat urban.

Penguatan Deteksi Dini di Era Digital

Perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi digital, hingga potensi konflik sosial kini dapat terjadi secara cepat melalui media sosial dan platform komunikasi digital lainnya.

Dalam konteks tersebut, Bankompol Kamtibmas “Merpati” memiliki peran penting sebagai garda sosial masyarakat melalui pendekatan deteksi dini berbasis komunikasi warga.
Deteksi dini yang dilakukan meliputi:

1. Pemantauan Potensi Kerawanan Sosial.
Anggota Bankompol yang berada di lingkungan masyarakat menjadi “mata dan telinga” dalam mendeteksi potensi konflik, aksi kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas dan jajaran kepolisian untuk langkah preventif secara cepat dan tepat.

2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Media Sosial.
Bankompol memanfaatkan grup komunikasi digital seperti WhatsApp, media sosial, dan kanal informasi masyarakat untuk menyampaikan edukasi kamtibmas, himbauan keamanan, serta membuka ruang pelaporan masyarakat secara cepat dan efisien.

3. Pencegahan Hoaks dan Provokasi Digital.
Di era digital, stabilitas keamanan tidak hanya dijaga di lapangan, tetapi juga di ruang virtual. Bankompol berperan aktif membantu masyarakat memilah informasi yang benar serta mencegah penyebaran isu-isu provokatif yang dapat memicu keresahan sosial.

Dari Pelantikan Menuju Kerja Nyata

Komitmen Bankompol Kamtibmas “Merpati” bukan hanya terlihat dalam struktur organisasi, tetapi juga dalam berbagai aksi nyata di lapangan.
Pada Operasi Cipta Kondisi yang dilaksanakan bersama jajaran kepolisian di wilayah Biringkanaya pada Juli 2025, personel Bankompol turut mendukung upaya penertiban minuman keras dan senjata tajam di sejumlah titik rawan kriminalitas. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa Bankompol hadir sebagai mitra aktif kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Selain itu, pada pengamanan perayaan Natal Desember 2025 di wilayah Manggala, anggota Bankompol juga terlibat dalam pengamanan rumah ibadah dan pengawasan lingkungan guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Langkah tersebut mencerminkan semangat inklusivitas serta toleransi sosial yang menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Makassar.

Mendukung Visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan

Peran Bankompol Kamtibmas “Merpati” sejalan dengan visi pembangunan Makassar sebagai kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Unggul, karena stabilitas keamanan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi, investasi, pendidikan, dan pariwisata.

Inklusif, karena Bankompol hadir menjaga seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Aman, melalui penguatan sistem deteksi dini, patroli sosial, dan kolaborasi aktif bersama aparat keamanan.

Berkelanjutan, melalui kaderisasi organisasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan partisipasi masyarakat secara terus-menerus.

Penutup

Pelantikan Pengurus Bankompol Kamtibmas sektor se-Kota Makassar periode 2026–2028 menjadi tonggak penting dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan kota.
Di tengah tantangan era digital yang semakin dinamis, Bankompol Kamtibmas “Merpati” hadir bukan hanya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan kepolisian dalam membangun sistem keamanan berbasis deteksi dini, komunikasi sosial, dan kepedulian warga.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Bankompol “Merpati” diharapkan terus menjadi simbol kolaborasi masyarakat dan aparat keamanan dalam mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Bersama masyarakat, menjaga keamanan untuk Makassar yang aman, nyaman, dan kondusif.”