Reformasiterkini.co.id //KEPULAUAN SELAYAR – Sebagai tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpendidikan tinggi, yang seharusnya menjadi contoh dan panutan serta suritauladan yang baik ditengah-tengah masyarakat, justru mempertontongkan prilaku kurang etis dengan menyerobot barisan Drum Band peserta Gerak Jalan Ceria yang baru saja dibuka oleh Wakil Bupati, Drs H Muhtar, MM. Ketika melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dua kelompok barisan menerobos Drum Band Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Kesehatan yang beralamat di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Benteng binaan Asmilasari, S.P.
Kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dis PMD) yang dinakhodai Zulfikri, S.STP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dikepalai oleh Drs Ahmad Aliefyanto, M.M.Pub.
Berbagai ragam komentar yang menyudutkan tampak menghiasi postingan ini. “Sangat memalukan. Dongo’, Tolo-tolo, Terlalu menganggap dirinya paling pintar, ASN yang tidak memiliki etika, Garring….., yang mestinya OPD yang memberikan contoh positif kepada anak-anak, bukan malah sebaliknya. Tide’ tongi etika na inni pagahe, seharusnya mereka yang memberikan contoh, justru akan menjadi berita duka yang mendalam akibat prilaku yang tidak etis dilakukan.” ujar para netizen tampak kecewa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Selayar, Drs Mesdiyono. M.Ec.Dev yang dimintai keterangan persnya menyatakan jika dirinya sudah menyampaikan sekaligus memerintahkan kepada kedua pimpinan OPD yaitu Drs Ahmad Aliefyanto, M.M.Pub dan Zulfikri, S.STP untuk memberikan pembinaan kepada anak buahnya. Dan bentuk pembinaan itu, pak wartawan bisa konfirmasi langsung kepada mereka.” pintanya.
Kepala Pelaksana BPBD yang didampingi Sekretarisnya Patta Bau mengungkapkan,” Setelah kami melakukan klarifikasi kepada pembinanya bahwa difase kedua pasca istirahat, kami memberikan masukan kepada panitia untuk memberikan semangat yang lebih sportive sehingga kami menyarankan kepada panitia untuk menukar urutan. Di sesi kedua sebenarnya kelompok BPBD yang pertama akan tetapi drum band yang didahulukan.
Namun yang terjadi dilapangan ternyata teman-teman dari kelompok kami (BPBD red) ingin mengembalikan ke urutan itu. Cuma sudah tidak ada ruang untuk melakukan komunikasi. Akibatnya ini yang menimbulkan miskomunikasi atau kesalahpahaman. Sehingga drum band didepan yang sudah mau aktraksi disorobot oleh kelompok kami. Olehnya itu kami sudah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat terutama kelompok drum band atas kecorobohan kami dalam mengambil keputusan.
Selain itu kami juga sudah melaksanakan sanksi dengan lari jongkok dan lari disiang hari, bahkan kami sudah menjemur diri yang totalnya mencapai 38 peserta. Termasuk saya selaku Sekretaris Badan (Sekban) harus menerima konsekwensinya.” ujar Patta Bau.
Lain halnya sanksi yang dilakukan oleh Zulfikri selaku pimpinan di Dinas PMD. Ia juga melakukan push up selama beberapa menit sedangkan 30 anggotanya dijemur sekitar 20 menit di Lapangan Tennis Pemda belakang Kantor Bupati dan lari jongkok bersama.
Sementara Kepala SMKN 5 Selayar, Asmilasari yang dikonfirmasi via selulernya mengungkapkan kekecewaannya atas insiden yang menimpa siswanya. Tindakan sejumlah pejabat dan ASN ini baru kami ketahui setelah berada dirumah. Anak-anak tidak juga menyampaikan. Mereka mungkin takut karena rata-rata pesertanya adalah pejabat.” ungkapnya.
Asmilasari menambahkan jika dirinya cepat balik ke sekolah. Dan baru pulang pada sekitar pukul 16.00 sore kemarin. Para pendamping juga mengaku memilih diam sebab merasa takut. Padahal setengah matinya, anak-anak berlatih dan atraksi tetapi masih juga mendapatkan perlakuan yang kurang etis.
(M. Daeng Siudjung Nyulle)








