Reformasiterkini.co.id // KEPULAUAN SELAYAR – Hari Pelaut Sedunia diperingati pada setiap tanggal 25 Juni. Peringatan tahun 2026 ini telah mengusung tema “Carrying world trade, Carrying the risks yang menyoroti akan pentingnya perlindungan dan kesejahteraan jutaan pelaut khususnya yang menyangkut hak-hak ketenagakerjaan dan standar keselamatan dalam pelayaran. Peringatan Hari Pelaut Sedunia ini telah memperoleh pengakuan secara resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diprakarsai oleh International Maritime Organization (IMO).

Melalui kegiatan ini pula, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Selayar yang dinakhodai Capt Romy Sumardiawan telah menggelar Bhakti Sosial dengan melibatkan pegawai dan DWP UPP Selayar, Pos SAR, para awak kapal niaga, tradisional, perikanan, operator dan keagenan kapal serta buruh pelabuhan yang berlangsung diarea Pelabuhan Laut Rauf Rahman Benteng.

Capt Romy Sumardiawan selaku Kepala UPP Kelas III Selayar dalam sambutannya mengungkapkan bahwa IMO tahun ini telah menetapkan tema “Carrying World Trade, Carrying The Risks” yang secara tegas menyatakan sekitar hampir 90 persen dari seluruh perdagangan dunia diangkat melalui transportasi laut. Namun dibalik mulusnya pasokan makanan, obat-obatan, energi dan kebutuhan pokok lainnya hingga tiba ditangan konsumen ada pengorbanan yang sangat besar dan hanya dirasakan oleh seorang pelaut.

Olehnya itu, kita semua mesti menyadari bahwa profesi ini bukanlah tugas yang amat ringan. Karena bekerja diatas kapal mesti siap berhadapan dengan cuaca ekstrem selama berbulan-bulan jauh dari dekapan keluarga, sampai menghadapi berbagai risiko keselamatan dan kesehatan mental di tengah lautan. Itulah sebabnya maka tema pendukung di Hari Pelaut Sedunia tahun ini adalah “From Policy to Practice, Powering Maritime Excellence” untuk mengingatkan kita semua sebagai pelaut, baik pemerintah, regulator maupun pelaku industri, untuk tidak hanya membuat kebijakan di atas kertas namun juga harus mengimplementasikan secara nyata.” tegas Kepala UPP Selayar.

Pemerintah harus terus berkomitmen untuk memperkuat perlindungan, sertifikasi serta kesejahteraan bagi semua pelaut sebagai langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia sesuai cita-cita bangsa untuk memiliki sumber daya manusia maritim yang unggul dan berdaya saing global.

Pengabdian, keringat dan keberanian seorang pelaut lanjut Capt Romy merupakan fondasi yang membuat maritim semakin kuat. Maka teruslah berlayar dengan menjunjung tinggi profesionalisme, mengutamakan keselamatan kerja (zero compromise for safety), dan menjaga kehormatan bangsa. Doa kami senantiasa menyertai setiap langkah pelayaran seorang pelaut sejati dengan harapan selalu diberikan kelancaran dan kembali dengan selamat ke pelabuhan tujuan.” pungkas Capt Romy mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Frengki Wijaya memberikan edukasi tentang kesehatan kepada para pelaut, baik itu nakhoda dan anak buah kapal dan kemudin dilanjutkan oleh Andriany Gusram selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan serta Kepala Dinas Perikanan mengenai edukasi kelengkapan dokumen kapal perikanan sedangkan edukasi tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Selayar, Gasali, ST.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis sertifikat dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada awak kapal tradisional dan buruh pelabuhan yang menjadi komitmen UPP Selayar bersama BPJS Ketenagakerjaan sehingga awak kapal tradisional di Kepulauan Selayar memperoleh jaminan sosial.

Dan sebagai rangkaian acara puncak adalah pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah oleh tim medis dari RSUD KH Hayyung bersama PMI Kepulauan Selayar yang diikuti oleh masyarakat maritim di wilayah kerja UPP Selayar yang kemudian ditutup dengan membunyikan suling kapal selama tiga (3) menit di Pelabuhan Laut Rauf Rahman Benteng dan Pelabuhan Mappatoba Karaeng Batara di Pamatata Selayar.” Selamat Hari Pelaut Sedunia 2026. Tetap semangat dalam menjaga keberlanjutan perdagangan dunia. (M. Daeng Siudjung Nyulle/Humas UPP)