Pemaparan Materi Hipertensi dan SOP Pengukuran Tekanan Darah

OLEH
Harliani. S.Kp.,M.Kes.
Sitti Rahmatia. S.SiT., M.Kes . JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KEMENTERIAN KESEHATAN RI MAKASSAR
2025

Reformasiterkini.co.id //Makassar -Tim Pelaksanan Kegiatan: H Harliani S.Kp., M,Kes dan St Rahmatia S.Kep.,M.Kes T
Instansi Pelaksana : Poltekkes kemenkes Jurusan Keperawatan Makassar kerja sama dengan Puskesmas Mangasa
Lokasi kegiatan: di Puskesmas Mangasa dengan sasaran adalah kader Kesehatan Kelurahan Mangasa berjumlah 20 orang Bentuk kegiatan :Pengabdian mayarakat “Pelatihan Kader untuk peningkatan pengetahuan tentang deteksi Dini Hipertensi

Mengapa perlu pelatihan kader ?
Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena kebanyakan orang dengan hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hal tersebut (tidak ada tanda atau gejala peringatan).Kader peserta pelatihan di laksanakan di PKM Mangasa 

Peningkatan tekanan darah ini berkorelasi positif terhadap peningkatan risiko untuk terkena penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan secara berkala guna mendeteksi secara dini adanya peningkatan tekanan darah sehingga dapat dilakukan tatalaksana dini dan menghindari komplikasi yang lebih parah

Untuk itu, deteksi dini PTM ini harus dilakukan secara berkala, deteksi dini minimal setahun sekali jika tidak mempunyai faktor risiko kecuali kanker dilakukan minimal 3 tahun sekali.

Deteksi dini yang dilakukan adalah pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah dan juga termasuk melakukan pengukuran Tinggi badan, Berat badan , Lingkar perut dan lingkar lengan. Tindakan ini akan terus dilakukan untuk pencegahan PTM sebagai bagian upaya promotif-preventif.Bimbingan kader melakukan Praktek pengukuran tekanan darah 

Peran serta kader dalam melakukan deteksi dini hipertensi merupakan salah satu factor berkontribusi pada pelayanan Kesehatan dalam rangka pengendalian dan mencegah komplikasi hipertensi.

Untuk itu Kader kesehatan di desa atau kelurahan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat untuk melakukan deteksi dini hipertensi. Namun, keterampilan dan pengetahuan kader dalam hal ini masih terbatas.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kemampuan kader dalam bentuk pelatihan tentang sehingga dapat berperan serta dalam melaksanakan deteksi deteksi dini dengan kemampuan melakukan pemeriksan tekanan darah dan denyut nadi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan pengetahuan tentang hipertensi maupun peningkatan kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan tekanan darah dan denyut Nadi.

Manfaat dari kegiatan pengabmas ini maka kader memiliki kemampuan berperan langsung di masyarakat khususnya di kelurahan Mangasa sebagai bagian dari wilayah kerja Puskesmas Mangasa untuk melakukan deteksi dini hipertensi dan sebagai edukator serta motivator untuk masyarakat dalam berperilaku hidup sehat dalam rangka pengendalian terjadinya hipertensi faktor risiko komplikasi