Reformasiterkini.co.id //Makassar, 18 Oktober 2025 Dalam momentum Hari Kebudayaan Nasional ke-1 Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga arah masa depan yang membentuk jati diri kota.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, kebudayaan adalah napas kehidupan sebuah kota, hidup dalam tutur, gerak, karya, serta nilai-nilai yang diwariskan dan terus berkembang di tengah masyarakat.

“Kebudayaan bukan hanya warisan, tapi juga arah masa depan. Ia hidup dalam tutur, gerak, karya, dan nilai-nilai yang membentuk jati diri sebuah kota,” ujarnya.

Andi Patiware menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam merawat kearifan lokal, membangun karakter masyarakat, serta memperkuat peradaban yang berakar pada nilai gotong royong dan keberagaman.

“Dinas Kebudayaan Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan kolektif: yang merawat kearifan, membangun karakter, dan memperkuat peradaban,” tambahnya.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai program kebudayaan yang melibatkan seniman, komunitas, dan masyarakat luas agar tercipta ruang-ruang ekspresi dan kolaborasi budaya di seluruh pelosok kota.

Andi Patiware menutup pesannya dengan seruan yang menggambarkan cita-cita besar Makassar ke depan:

“Mari jadikan Makassar sebagai Kota Budaya yang terus tumbuh dengan semangat gotong royong, inovasi, dan keberagaman. *Makassar Mulia, Makassar Berbudaya*.”

Pesan ini menjadi penegasan komitmen Makassar untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama dalam membangun kota yang modern tanpa meninggalkan akar tradisi.(**)