Reformasterkini.co.id //Takalar— Upaya mewujudkan Kabupaten Takalar bebas Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui inovasi Assamaturu Bebas TBC yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan penemuan kasus, memperluas skrining, serta memperkuat pencegahan dan penanganan TBC hingga ke tengah masyarakat.
Semangat Assamaturu, yang bermakna bergerak bersama, menjadi landasan untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memutus mata rantai penularan TBC.
Melalui pendekatan tersebut, upaya penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan di dalam gedung fasilitas kesehatan, tetapi juga diperluas melalui kegiatan lapangan, pelacakan kontak, skrining masyarakat, serta tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Inovasi ini diharapkan mampu mendorong penemuan kasus secara lebih dini, sehingga masyarakat yang terindikasi TBC dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan sesuai standar apabila terdiagnosis positif.
Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keberhasilan eliminasi tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan medis, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, menjalani pengobatan sampai tuntas, dan bersama-sama mencegah penularan.
Kemenkes dan World Bank Kunjungi Puskesmas Mangarabombang
Penguatan upaya eliminasi TBC di Takalar kemudian mendapat momentum penting melalui kunjungan tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan World Bank ke Puskesmas Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kesiapan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan pendampingan dan pembelajaran terkait program I-STEP (Indonesia Supporting Tuberculosis Elimination).
Puskesmas Mangarabombang diproyeksikan menjadi salah satu pilot project program tersebut. Selain berfokus pada penanggulangan TBC, kunjungan ini juga mencakup pembelajaran implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta peninjauan kesiapan infrastruktur digitalisasi pelayanan kesehatan.
Rombongan Kemenkes dan World Bank didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, bersama Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), serta sejumlah jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Puskesmas Mangarabombang, Herianto Ali, bersama jajaran tenaga kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi mengenai gambaran umum kondisi Puskesmas Mangarabombang. Selanjutnya, pihak puskesmas memaparkan pelaksanaan program TBC serta implementasi CKG, baik pelayanan di dalam gedung maupun kegiatan di luar gedung.
Melalui kegiatan tersebut, tim melakukan pembelajaran langsung mengenai pelaksanaan program, jangkauan pelayanan, serta kesiapan puskesmas dalam mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Meninjau Posyandu hingga Tracing TBC di Desa Bangae
Kunjungan tidak berhenti di Puskesmas Mangarabombang. Tim Kemenkes dan World Bank juga meninjau pelayanan kesehatan di Posyandu Bunga Anggrek yang berada di Desa Bangae.
Rombongan kemudian melihat kegiatan tracing atau pelacakan TBC di Kantor Desa Bangae yang melibatkan sekitar 100 sasaran masyarakat untuk mendapatkan skrining dan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat dalam memperluas jangkauan penemuan kasus TBC.
Melalui skrining dan pelacakan yang dilakukan secara terarah, warga yang memiliki gejala atau faktor risiko dapat diidentifikasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jika ditemukan kasus TBC, penanganan dapat segera dilakukan sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk tindak lanjut Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dalam memperkuat implementasi inovasi Assamaturu Bebas TBC.
Dengan semakin luasnya jangkauan skrining dan meningkatnya penemuan terduga TBC, upaya penanggulangan diharapkan berjalan lebih terukur, mulai dari penemuan kasus hingga pengobatan dan pemantauan pasien.
Nilai Strategis Assamaturu Bebas TBC bagi Takalar
Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, inovasi Assamaturu Bebas TBC menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat sinergi pelayanan kesehatan dengan gerakan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya eliminasi TBC tidak hanya berfokus pada pasien yang telah datang berobat, tetapi juga menjangkau warga yang belum mengetahui kondisi kesehatannya atau belum mengakses layanan pemeriksaan.
Melalui peran aktif puskesmas, pemerintah desa, kader, dan masyarakat, upaya penemuan kasus diharapkan semakin optimal. Edukasi mengenai gejala TBC, pentingnya pemeriksaan dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta pencegahan penularan juga menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.
Kunjungan Kemenkes dan World Bank ke Puskesmas Mangarabombang pun menjadi kesempatan untuk memperkuat pembelajaran dan melihat langsung pelaksanaan program kesehatan di tingkat daerah.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan, memperkuat pelaksanaan program TBC, dan mendukung kesiapan fasilitas kesehatan dalam menjalankan pelayanan yang lebih terintegrasi.
Peluang Penguatan Fasilitas Diagnostik
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim Kementerian Kesehatan juga disebut merencanakan dukungan fasilitas X-Ray atau foto rontgen untuk membantu penegakan diagnosis penyakit di puskesmas.
Apabila terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelayanan diagnostik di Puskesmas Mangarabombang, termasuk mendukung proses pemeriksaan pasien yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut terkait TBC.
Namun, pemeriksaan rontgen tetap perlu dipadukan dengan pemeriksaan klinis dan tes penunjang sesuai standar untuk memastikan diagnosis.
Kepala Puskesmas Mangarabombang, Herianto Ali, menyambut positif kunjungan Kemenkes dan World Bank bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar beserta jajaran. Kehadiran tim tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan sekaligus mendukung upaya penanggulangan TBC di wilayah kerjanya.
Bergerak Bersama Menuju Takalar Bebas TBC
Inovasi Assamaturu Bebas TBC yang digagas dr. Hj. Nilal Fauziah menjadi bagian dari upaya Kabupaten Takalar membangun gerakan bersama dalam menghadapi tantangan penanggulangan TBC.
Sementara itu, kunjungan Kemenkes dan World Bank memberikan ruang pembelajaran sekaligus penguatan pelaksanaan program di tingkat puskesmas dan masyarakat.
Keduanya bertemu pada tujuan yang sama, yakni memperkuat penemuan kasus, memperluas akses pemeriksaan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan penanganan sesuai standar.
Ke depan, keberhasilan upaya ini membutuhkan konsistensi pelaksanaan program, dukungan fasilitas kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Assamaturu Bebas TBC bukan sekadar nama inovasi, melainkan ajakan untuk bergerak bersama: menemukan kasus lebih dini, memastikan pengobatan sampai tuntas, mencegah penularan, dan memperkuat langkah menuju Takalar Bebas TBC.






