Reformasiterkini.co.id //KEPULAUAN SELAYAR – Sebuah kapal kayu berstatus kapal barang dengan GT 34 asal Bonerate milik H Salam mengalami kebakaran hebat di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar Propinsi Sulawesi Selatan pada Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 06.20 Wita pagi tadi. Atas kejadian naas ini, nakhoda Aryadin (40) dan Arif Jaya (40) selaku anak buah kapal (ABK) dinyatakan tewas dan langsung dievakuasi ke RSUD KH Hayyung Selayar. Sedangkan Muhammad Ikhsan (45) mengalami patah tulang pada kaki serta Muhammad Ilham dan Ayatullah yang juga abk dinyatakan selamat meskipun sedikit mengalami luka ringan.
KLM Cipta Anugrah yang dinakhodai Aryadin ini memuat barang campuran berupa sembako, 2.000 an paket atau dus, bahan bakar minyak jenis pertalite dan solar serta tabung gas elpiji dengan ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram yang diperkirakan mencapai 3.000 an dengan tujuan Pulau Bonerate Kecamatan Pasi’marannu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran Idhul Fitri 1 Syawal 1447 H tahun ini.
Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt Romy Sumardiawan yang ditemui di Pelabuhan Rauf Rahman pasca kejadian mengungkapkan bahwa terkait penyebab kebakaran, kami dari UPP belum mengetahui secara pasti. Namun kami akan melaksanakan pemeriksaan pendahuluan sesuai PP Nomor : 9 Tahun 2019 tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal.” pungkasnya.
Kami juga prihatin dan turut berbela sungkawa atas tewasnya 2 orang awak KLM Cipta Anugrah dalam kejadian ini. Selain itu, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran dan evakuasi korban dari Polres Selayar, Kodim 1415/Selayar, Polair, Pos Angkatan Laut, Basarnas, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, RSUD KH Hayyung, BPBD, para penyelam dari Selayat Dive & Adventure dan rekan wartawan yang turut membantu walaupun lelah akibat berpuasa di Bulan Suci Ramadhan ini tetapi tetap bersemangat karena kegiatan kemanusian yang sangat luar biasa.” kata Capt Romy.
Sementara Danpos Basarnas Selayar, Ronaldhi juga mengungkapkan,” Tim Basarnas bersama Selayar Dive Adventure melakukan penyelaman terhadap dua korban yang dinyatakan meninggal dunia di dua titik yakni titik meledaknya kapal dan dititik area bangkai kapal. Nakhoda, Ariyadin lebih dahulu ditemukan tidak lama setelah kejadian sedangkan saat pencarian abk Arif Jaya, kami sedikit mengalami kesulitan dibawah laut karena kondisi yang sangat gelap, visibiliti nol. Sehingga terpaksa kami harus meraba diarea bangkai dan lambung kapal yang sudah tenggelam didasar laut.” katanya.
Berdasarkan keterangan resmi dari Polres setempat bahwa peristiwa kebakaran berawal dari ketika KLM Cipta Anugrah yang menggunakan mesin stater akan dipindahkan dari dermaga selatan sebab KMF Dharma Kartika III akan sandar di dermaga itu. Saat mesin dinyalakan, tiba-tiba terjadi ledakan keras dari dalam kapal yang memicu terjadinya kebakaran hebat hingga menghanguskan seluruh badan kapal.
Petugas dari Polres, TNI dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Selayar bersama instansi terkait dan unsur pers serta warga menuju lokasi kejadian guna melakukan proses evakuasi korban, pengamanan tempat kejadian peristiwa dan membantu pemadaman api yang sempat membesar dan mengeluarkan asap tebal diarea pelabuhan.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.IK, SH, M.Tr.Mil menyatakan dugaan awal penyebab terjadinya kebakaran berasal dari ledakan tabung gas elpiji yang mengalami kebocoran. Karena ditemukan sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram dalam kondisi terbelah. Akibat kebocoran ini hingga memicu percikan api dan ledakan saat mesin kapal dinyalakan.
Mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi logistik pasca kejadian ini di Pulau Bonerate, Polres akan berkoordinasi dengan instasi terkait guna memenuhi pasokan kebutuhan masyarakat jelang lebaran yang diprediksi akan jatuh pada Jumat dan Sabtu mendatang.
Kapolres juga menambahkan bahwa dua korban tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikuburkan di Bonerate setelah keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan proses autopsi. Meskipun begitu, kepolisian tetap akan melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti peristiwa naas ini.” ujarnya.
KLM Cipta Anugrah yang seyogyanya berangkat menuju Bonerate pada pukul 09.00 Wita namun karena peristiwa naas ini semuanya jadi sia-sia. Manusia hanya mampu merencanakan tetapi yang menentukan semuanya dari kehendak ilahi rabbi.
(M. Daeng Siudjung Nyulle/Humas Polres)






