Reformasiterkini.co.id //Kabupaten Barru, Dalam upaya meningkatkan kompetensi kreatif guru Seni Budaya di era pembelajaran inovatif, dosen Program Studi Seni Tari, Jurusan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Barru. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Pengembangan Tari dengan Metode Augmentation melalui Model EMHA (Efektivitas, Mandiri, Humanis, dan Aksi)”.
Kegiatan pelatihan selama 2 hari tanggal 23-24 mei 2026, berlangsung secara partisipatif dan aplikatif dengan melibatkan guru-guru Seni Budaya SMP se-Kabupaten Barru sebagai peserta utama. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan pembelajaran tari yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Ketua tim pengabdian Dr. Rahma M, S. Pd., M. Sn, menjelaskan bahwa metode augmentation dalam pengembangan tari merupakan pendekatan pembelajaran yang memadukan kreativitas gerak, teknologi, eksplorasi budaya lokal, serta strategi pembelajaran kolaboratif.
Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan model EMHA yang terdiri atas empat aspek utama, yaitu efektivitas, mandiri, humanis, dan aksi.
Sementara “Model EMHA dirancang untuk membangun pembelajaran tari yang tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga membentuk karakter kreatif, kolaboratif, dan humanis pada peserta didik maupun guru,” ujar salah satu narasumber kegiatan.
Pelaksanaan pelatihan dibagi ke dalam beberapa tahapan, mulai dari pemberian materi konsep koreografi, eksplorasi gerak berbasis budaya lokal Kabupaten Barru, praktik pengembangan tari, hingga workshop penciptaan karya tari sederhana.
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi pembelajaran tari menggunakan pendekatan augmentation secara berkelompok.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Guru-guru MGMP Seni Budaya terlihat aktif dalam proses eksplorasi gerak, diskusi kreatif, hingga presentasi hasil karya tari yang telah dikembangkan selama workshop berlangsung. Selain meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal melalui pengembangan materi tari berbasis kearifan lokal daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan guru Seni Budaya mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Barru Andi Temmasonge, S. Pd, menyampaikan apresiasi kepada tim dosen pengabdian dari Universitas Negeri Makassar atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran seni tari yang inovatif dan aplikatif di sekolah.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diakhiri dengan penampilan hasil karya tari peserta, sesi refleksi, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran seni budaya yang inspiratif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah
Muchlis (Etta)








