Reformasterkini.co.id // Kab.Sinjai, (Sulsel)_, Ditengah maraknya pengerjaan dan perbaikan saluran irigasi di Kabupaten Sinjai, yang konon kabarnya menelan anggaran puluhan milyar rupiah, ada satu titik lokasi yang luput dari perhatian Pemerintah, entah, mungkin lantaran tidak pernah terekspos ke publik atau dilaporkan ke instansi terkait, sehingga lokasi tersebut masih tetap begitu-begitu saja kondisinya setiap tahunnya.

Dengan panjang kurang lebih mencapai tujuh ratusan meter, saluran irigasi pertanian yang terletak di Parungnge Lingkungan Babara, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, yang dibuat puluhan tahun silam oleh warga tani setempat dan masih berupa tanah, hingga kerap runtuh dan jebol, jika volume air meluap dari hulu saluran tersebut.

Untuk itu, ketua umum komunitas Solider Group Nusantara (solidaritas jurnalis dan aktivis lintas daerah nusantara), Panjy Ardian Agus Salim, SE., sangat menyayangkan hal itu, dimana menurutnya hasil pajak rutin yang dibayarkan oleh para warga tani di kawasan Parungnge, belum mereka nikmati hasilnya, sementara mengacu pada sila dari Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta UU nomor 25 Tahun 2004, tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, yang mengamanatkan pembangunan yang merata.

“Ini ironis memang di era modern sekarang, puluhan warga tani yang mengelola dan bergantung dari hasil pertaniannya di lokasi persawahan ini, mereka taat pajak, tapi flashback dari pihak pemerintah, mereka belum rasakan, apa itu irigasi dengan bangunan yang layak. kasian para petani disini, setiap musim kerja sawah, jika bukan perbaiki pematang sawah yang rusak, pasti perbaiki pematang saluran irigasi yang jebol karena memang dibuat dari tanah juga”, ucapnya, Sabtu (27/12/2025).

Untuk itu, kata Panjy Ardian, dirinya berjanji akan mendampingi kelompok tani guna menyampaikan hal itu ke pihak terkait, karena memang, tidak ada sama sekali warga yang mempelopori petani dalam menyampaikan aspirasinya selama ini.

“Saya berjanji akan mengupayakan mendampingi beberapa anggota kelompok tani Parungnge untuk bersama-sama menghadap ke pihak terkait guna melaporkan masalah kebutuhan irigasi ini, sebab dampaknya sangat berpengaruh besar terhadap jumlah produksi panen warga, jika pengairannya tidak maksimal, otomatis hasil panen juga pastinya kurang memuaskan”, kuncinya.

(Team Solider Group)