Reformasiterkini.co.id //Kab.Kepulauan Selayar- Rapat internal evaluasi kinerja dan pelayanan publik yang digelar oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Selayar merupakan langkah awal dalam menghadapi penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Lebaran 2026. Rapat ini berlangsung di Kantor UPP Kelas III Selayar Jl KH Ahmad Dahlan Benteng Selatan dipimpin langsung Capt Romy Sumardiawan dan diikuti seluruh jajarannya pada Rabu, 11 Maret 2026 kemarin.

Dikatakan Capt Romy bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi laut selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran Idhul Fitri 1 Syawal 1447 H yang diprediksi memuncak antara tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

Ditegaskan Capt Romy bahwa disamping melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan oleh jajaran UPP Kelas III Selayar juga sekaligus membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan pengawasan, pelayanan publik serta kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk sarana dan prasarana diarea kerja pelabuhan dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Evaluasi internal ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh personel dan fasilitas pelayanan pelabuhan siap menghadapi terjadinya lonjakan penumpang selama musim mudik dan arus balik. Kesiapan yang dimaksud bukan cuma menyangkut pelayanan kepada pengguna jasa akan tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama.” katanya.

Melalui rapat evaluasi internal ini lanjut Romy, UPP Kelas III Selayar juga memastikan seluruh jajaran siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan. Dan yang tatkala urgentnya pula adalah memastikan keselamatan pelayaran agar tetap terjaga serta dapat memberikan pelayanan terbaik dan optimal selama periode angkutan lebaran tahun ini. Termasuk koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran dan operasional pelabuhan.” pungkasnya.

Keesokan harinya, UPP Kelas III Selayar juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Posko Angkutan Laut Lebaran tepatnya hari ini, Kamis 12 Maret dengan para pemangku kepentingan dengan harapan agar dapat memperkuat sinergi antara instansi terkait termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Selayar, TNI Polri, Kejaksaan, aparat keamanan lainnya termasuk Satpol PP, Dinas Perhubungan, ASDP, UPT Pelabuhan Pattumbukang, Basarnas, Jasa Raharja, operator kapal serta pihak yang terlibat dalam operasional pelabuhan.

Tujuan dan target yang ingin dicapai melalui rapat evaluasi dan koordinasi ini adalah memberikan kenyamanan pelayanan angkutan laut kepada para pengguna jasa pelabuhan selama masa mudik dan arus balik supaya dapat berlangsung tertib, terarah, aman dan lancar dengan mengusung tema ” Mudik Nyaman Bersama, Bersama Raih Kemenangan, Jaga Keselamatan.” Pemerintah juga mengharapkan untuk terus mengkampanyekan akan pentingnya keselamatan dalam pelayaran melalui gerakan ” Zero Compromise for Safety.

Dalam rapat itu juga membahas soal sejumlah kapal yang akan melayani penumpang, baik dari Makassar ke Selayar maupun dari Selayar ke 5 wilayah kecamatan pulau. Yaitu KMF Kormomolin dengan kapasitas 252 penumpang, KMF Balibo sebanyak 241 penumpang masing-masing akan melayani rute Pamatata -Bira dan sebaliknya, KMF Taka Bonerate sebanyak 268 penumpang dengan rute Bira, Pattumbukang, Kayuadi, Jinato, Jampea, Bonerate dan Kalao Toa.

Kemudian KMF Bontoharu yang berkapasitas 300 penumpang dengan rute tujuan Bira, Sikeli, Kassiputeh dan cadangan Bira – Pamatata, KM Sabut Nusantara 27 dengan kapasitas 180 penumpang dengan rute, Bima, Labuang Bajo, Bonerate, Benteng Selayar dan Makassar, KM Sabut Nusantara 85 yang berkapasitas 485 penumpang dengan rute Makassar, Bantaeng, Selayar, Jinato, Kayuadi, Jampea, Bonerate, Kalao Toa dan Maumere.

Sedangkan KM Sultan Hasanuddin hanya melayari rute Makassar, Selayar, Jampea, Makassar dengan kapasitas 200 penumpang. KMF Dharma Kartika III berkapasitas 411 penumpang dan melayari rute Baubau, Selayar dan Makassar dan KM Maloli rute Reo, Marapokot, Maumere, Bonerate, Benteng Selayar dan Makassar dengan kapasitas 220 penumpang.

Terakhir adalah kapal kayu tradisional yang dinilai laik laut yang melayani penumpang rute Benteng Selayar – Jampea dan Benteng Selayar – Bonerate. Yaitu KLM Al Kautsar 3 dengan kapasitas 57 penumpang, KLM Sumber Surya 02 yang berkapasitas 46 penumpang serta KLM Nurul Salsa dengan kapasitas 50 penumpang. Ketiga kapal ini melayari rute Benteng Selayar – Jampea. Sedangkan KLM Bonerate Jaya berkapasitas 38 penumpang.

(M. Daeng Siudjung Nyulle/AR)