Reformasiterkini.co.id //Makassar -Pemerintah Kelurahan Banta Bantaeng hari ini, Sabtu (21/3/2026) menggelar Shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Hal ini berlandas ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag RI).

Turut mengumandangkan takbir, Kordinator PHBI Kelurahan Banta Bantaeng, Abd Rauf DP, Ketua Pokmas H.Abd Kadir Dhul

Pada tahun ini pelaksanaan shalat id di kelurahan Banta Bantaeng dipadati ribuan jemaah. Nampak jemaah duduk rapih berjajar memenuhi seluruh shaf shalat yang telah ditentukan oleh panitia PHBI

Tepat pukul 07.15 WIT, Shalat Id secara berjamaah dimulai, dipimpin Imam Ustadz Muh.Agung Putra Salahuddin ,S.M, adapun yang bertindak sebagai Bilal ialah Drs. Abd Rauf DP.

Khatib yang bertugas DR.Syamsyu Alam Usman, S.Ag.,M.Ag, mengatakan lebaran pada hari ini dikelurahan Banta Bantaeng atas usaha dan program PHBI Kelurahan Banta Bantaeng Kecamatan Rappocini, kita hadir pada kesempatan ini dengan penuh kegembiraan setelah kemarin menjelang magrib kita tetap dilanda kecemasan dan bertanya tanya, bisakah rencana hambamu terlaksana.

Ya Allah pada pagi hari ini, Allah izinkan terwujud, kita hadir ditempat ini seraya mengumandangkan tasbih, menghilangkan penilaian kepada Allah Lailaha Illallah, kita bertahmid memuja Allah atas segala macam nikmat karunia yang dianugerahkan, tak terhitung jumlahnya selama sebulan penuh kita berpuasa kita sudah mengikuti pelatihan.

Setelah sebulan penuh kita berpuasa, kita merasakan dan memahami penderitaan orang lain kita dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, dilatih untuk menumbuhkan sifat memberi kepada sesama, dilatih untuk jujur dan amanah .

Pada hari ini 1 Syawal 1447 H, kita dikumpulkan oleh Allah SWT, di kompleks Banta Bantaeng untuk menunaikan shalat Idhul Fitri, kita datang dan bersimpuh dihadapan Allah SWT Soraya mengumandangkan takbir membesarkan Allah SWT

Tidak adakah kesempatan yang lain dan waktu yang lain persoalan bisa disampaikan kepada Rasulullah sehingga disaat Rasulullah SWT akan menaiki mimbar untuk menyampaikan khutbah idul Fitri. Nabi disibukkan untuk disampaikan persoalan ini oleh malaikat Jibril, hal ini menunjukkan betapa buruk dan tercelanya tiga golongan ini.

Pertama. Orang yang mendapati bulan ramadhan dalam keadaan sehat walafiat tidak ada udzur baginya namun ia tidak berpuasa di bulan Ramadhan sampai bulan Ramadhan berakhir. Jibril berkata ya Muhammad orang seperti ini masuk neraka, maka Rasulullah SWT mengaminkan.

Kedua. Anak yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, atau salah satunya, namun ia tidak berbakti dan berbuat baik kepada orang tuanya, justru kerjanya hanya menyakiti hati kedua orang tuanya sehingga orang tuanya meninggal. Jibril mendoakan anak seperti ini masuk neraka dan Nabipun mengaminkan

Betapa bahagia dan beruntungnya seorang anak yang masih mendapati kedua orang tuanya masih hidup dan ada disisinya, walaupun orang tua kita sudah udzur, sakit tetapi kita masih bisa membuat tersenyum, kita masih bisa merawatnya, kita masih bisa memberikan sesuatu kepadanya kita masih bisa mendapatkan kemujarraban doanya, tidak semua anak, Allah berikan seperti ini.

Banyak anak betapa ingin merawat orang tuanya, betapa ingin membuat orang tuanya tersenyum, betapa ingin memberikan makanan kesukaan orang tuanya, betapa ingin mencium tangan dan memeluk orang tuanya, tetapi kesempatan itu Allah tidak berikan, kerena kedua orang tuanya sudah tiada, ketika kita berdoa kepada Allah SWT.
“Allahummarzugnaa Rizqam Waasian” ya Allah lapangkan rezkiku, itu belum tentu diterima karena mungkin ada yang menghalanginya

Tetapi ketika orang tua berkata kepada anaknya” Semoga Allah lapangkan dan tambahkan rezqimu nak” Maa Bainaha Wa Bainallah Hijaabun” tidak ada penghalang antara dirinya dengan Allah, langsung diterima, Allah SWT akan tersenyum kepadanya

Ketiga .Orang yang mendengarkan nama Rasulullah SAW, disebut dihadapannya tapi dia tidak bers