Reformasiterkini.co.id //JENEPONTO – Wakil Ketua 1 RAPI Kabupaten Gowa, H.Iskandar Malik di beri amanah Pejabat Sementara Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Jeneponto.
Namun, Iskandar Malik diduga membuat gerakan tambahan dengan membuat undangan Rapat Pembentukan Panitia Muswil tanpa didahului Rapat Konsolidasi dengan tokoh dan mantan pengurus Rapi Jeneponto.
H.Iskandar Malik percaya diri membuat Surat Undangan, membuat nomor surat yang tidak berurut atau membuat penomoran surat sendiri, membuat stempel sendiri hingga atas kehendaknya menentukan jadwal rapat pembentukan Panitia Muswil di pelosok desa.
Dalam surat tersebut, rapat pembentukan Panitia Muswil Rapi Jeneponto di tempatkan di Aula Kantor Camat Bangkala Barat. Yang semestinya dilaksanakan di ibukota Kabupaten Jeneponto.
Informasi yang diterima Redaksi, alasan Iskandar Malik mengambil tempat rapat Muswil Rapi di aula kantor camat Bangkala Barat karena banyak anggota Rapi di Bangkala Barat.
“Saya lihat di aplikasi kalau banyak anggota Rapi di Bangkala Barat, makanya saya tempatkan Rapat Pembentukan Panitia Muswil di aula kantor camat Bangkala Barat”, ujarnya. Rabu, 16/10/2025.
Bahkan hasil investigasi media ini, di Bangkala Barat sudah ada bakal calon Ketua RAPI Jeneponto tapi berdomisili di Kabupaten Takalar.
Nama dan Juliet zulunya telah Redaksi temukan, dan diduga kuat kandidat ini siap membayar kegiatan Muswil dan membeli suara untuk mencapai keinginannya sebgaia Ketua Rapi Jeneponto.
Mengenai hal tersebut, media ini konfirmasi ke salah satu pengurus demisioner Rapi Jeneponto yang enggan disebut namanya.
“Memangnya siapa dia, se enaknya mau nyosor dan langsung-langsung buat bentuk panitia Muswil Rapi Jeneponto. Kita kenal saja tidak, pengurus Rapida Sulsel kiranya jangan asal menugaskan orang sebagai Pjs kalau tidak kenal karakter orang Jeneponto”, tegasnya. Kamis, 16/10/2025.
Sekali lagi, kalau datang baik-baik maka kami terima dengan tangan terbuka. Jangan membuat kisruh dan memancing keributan. Buat apa titel dan gelar banyak kalau tidak mengerti etika bermasyarakat dan berorganisasi. Pungkasnya.








